
Avatar bergambar sesosok pemuda berjas coklat, berdasi dan berkacamata mungkin sudah familiar di benak Anda. Pose yang terkesan serius, namun aslinya dia tidaklah demikian. Marilah berkenalan dengan si pemilik avatar, Anangku (23 tahun), bloger asal Surabaya yang senang berbagi.
Saya pun tergelitik untuk menanyakan kisah di balik avatarnya, kenapa sih kok gayanya serius banget? Anang pun menjawab singkat, “Nggak tahu ya… Foto yang paling cakep mungkin”. Berkat fotonya yang beredar di blogosphere, banyak orang ‘kecele’ menyangka dia orangnya serius. Namun dia menyangkal dibilang serius. “Bukan”, katanya. “Saya nggak seserius Momon. Semua saya tulis dengan pendekatan humor dan menggelitik serta ada ‘tendangannya’”, lanjutnya kemudian.
Anang mulai ngeblog sejak Juli 2005. Blog Friendster menjadi wadah pertamanya. Disusul kemudian dengan blog di anangku.blogspot.com, anangku.multiply.com, anangku.wordpress.com dan anangku.dagdigdug.com. Semuanya menggunakan hosting gratisan. Kenapa dia begitu setia ngeblog di hosting gratisan? Rupanya alasannya sederhana, “Kalau hosting sendiri mesti perpanjang domain hosting juga. Kalau mati terus nggak ada yang bayari, blognya ikutan mati”.
Alasannya ngeblog pun patut disimak, “Awal mula saya membuat blog adalah karena tertarik melihat bagaimana orang bisa mengungkap apa isi hati mereka, menuliskan tentang kegelisahan mereka, berbagi pengetahuan dan sharing tentang segala sesuatu”. Senang berbagi, begitulah kesan yang saya tangkap dari sosok guru Matematika pada sebuah SMA di Gresik ini.
Postingan-postingan ringan tapi membuat pembaca tersenyum simpul, begitu dia menggambarkan isi blognya. Apa menurutnya yang membuat blognya senantiasa dikunjungi banyak orang? “Mungkin bisa melepas penat mereka ditengah kerjaan yang menumpuk. Topik-topik yang ringan dan menghibur aku rasa menjadi semacam daya tarik”, jawabnya. “Selain updatenya yang teratur”, tambahnya kemudian.
Tentu tak cuma itu yang membuat blognya layak dibaca. Blog Anang tidak hanya dikenal oleh bloger saja, namun pengguna internet pada umumnya. Sejak tahun 2006, Anang dikenal sebagai bloger yang senang membagikan file MP3 dan video. Saking dikenalnya blog tersebut, hingga menurutnya blog Multiply-nya ‘disukai’ oleh Google. “Jadinya tiap ada keyword lagu baru, mampirnya di blog saya”, jelasnya.
Anang juga senantiasa berbagi tutorial tentang berbagai cara memodifikasi blog, terutama blog berbasis Blogger. Bloger yang mengaku otodidak ini pada dasarnya hanya menceritakan tahapan yang dilakukan dalam memasang tambahan-tambahan widget untuk blognya, namun sudah banyak bloger yang terbantu olehnya.
Bloger yang tergabung pada komunitas bloger Surabaya (TuguPahlawan.com) ini lantas mengungkapkan pendapatnya mengenai kopi darat (kopdar), aktivitas yang lazim dilakukan sejumlah bloger. “Intinya bloger ‘kan ada di tulisan. Kalau bloger nggak nulis bukan bloger”, katanya. Jadi, perlukah kopdar? “Kalau kopdar itu the next episode of bloger. Selain bwalk (blogwalking), perlu juga kopdarwalk”, jelas bloger yang diam-diam ingin sekali bertemu dengan Enda Nasution, Bapak Bloger Indonesia ini.
Senantiasa berada pada daftar 100 bloger top Indonesia versi Indonesia Matters, rupanya Anang menolak disebut seleblog. “Gini kok seleb.. Aku benci sebutan itu. Aku pengen jadi bloger biasa aja”, sahutnya merendah.
Sikap humble pula yang dia tampakkan ketika dia (mungkin efek dari keterkenalannya) dibuatkan profil oleh komunitas bloger Yogya, CahAndong (CA). “Ya sindiran untuk saya. Bete pertamanya”, jawabnya menceritakan kali pertama dia membaca profilnya di Wiki CA. Beberapa bagian dari profil tersebut lantas menjadi trademark dan menjadi bahan pembicaraan di mana-mana. Begitupun, dia mengakui bahwa itu sudah menjadi masa lalu. Tersinggungkah dia? “Nggak. Biasa, aku tahu mereka konyol semua”, jawabnya.
Anang kemudian berbagi tips untuk bloger pemula yang ingin blognya dikenal. “Branding“, jawabnya lugas. “Bikin blog yang nancap di otak orang. Pandangan pertama mempesona, setelah itu terserah anda”, menirukan slogan salah satu produk pengharum badan. Dia pun kemudian menyebutkan sejumlah hal yang bisa di-branding, yaitu nama blog, avatar, URL, atau template yang lain daripada yang lain. “Tagline”, tambahnya kemudian.
Saya pun berseru, aha! Tagline Anang ini khas sekali. “Anang adalah Anang’ku’ bukan Anang’mu’ atau Anang-nya mereka”. Rupanya Anang memasang tagline ini bukannya tanpa filosofi. Dengan tagline ini Anang berharap bisa menjadi milik semua orang. “Coba, kalau aku nanya kamu,.. eh Anang siapa sih itu? Anangku kan? Jadi serasa orang lain memilikinya”, jelasnya. Wow, interesting! “Yes, i’m truly yours“, pesannya untuk semua yang mengenalnya.
Bagaimana pilihan Anang mengenai hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya? Simak jawaban-jawabannya atas pertanyaan pilihan berikut.
MP3 atau video?
MP3.
Blogspot atau WordPress?
Blogspot dong! I love it!
Surabaya atau Gresik?
Gresik
CA atau TPC?
TPC.
Soeharto atau SBY?
Soeharto.
Jas atau kaos?
Jas.
Posting atau blogwalking?
Posting.
Artikel porno atau politik?
Politik. Hiyy apaan porno!
Kualitas atau kuantitas?
Kualitas.
Bagaimana Anangku dalam tiga kata?
Jas, kacamata, blog.
Tertarik mengenal Anang lebih jauh? Berminat berbagi tips supaya dia bisa berenang, mungkin… Sapalah dia melalui ID YM-nya: an4nt_toorz Anangku, memang beda ![]()
Oleh: nonadita
1 August 2008