Sosok
Chikastuff, Sosialita yang Anak Mami

Kopdar, Internet dan anak mami. Itulah tiga kata yang pas buat Chikastuff, 23 tahun, blogger ramah dari Jakarta yang senang bercerita. Siapa yang tak kenal dia? Bersinar di berbagai kopdar, beredar di ruang-ruang komentar.
Chika Nadya, begitulah dia ingin disapa. Menjadi half anonim dalam blogosphere membuatnya merasa lebih nyaman dalam bercerita. Dunia Internet dianggapnya tak sepenuhnya aman. Meski begitu, di sana juga dia mendapat ratusan teman. Teman-teman yang dikenalnya dari dunia maya ini, kemudian menjadi temannya sehari-hari.
Blog pertamanya beralamat di Friendster, dibuat pada akhir 2006, setelah mendapat tantangan temannya. “Bisa nggak, ngeblog?” begitu temannya menantang.
Tak disangka, Chika malah menemukan keasyikan sendiri dalam ngeblog. “Ternyata ngeblog itu asyik, jadi mikir soal apa yang bakal ditulis selanjutnya. Kira-kira ide apa yang mau diangkat,” tutur blogger yang ngeblog di chikastuff.wordpress.com dan chikastuff.dagdigdug.com ini.
Tak cukup eksis di dunia maya, Chika kemudian aktif bergaul di dunia nyata. Kopdar dengan sesama blogger mengisi agendanya sehari-hari, namun dia enggan menyebutnya kopdar.
“Kopdar cuma kalau ada tamu dari luar kota atau memang baru pertama kali ketemu. Kalau dengan yang itu-itu aja, bukan kopdar,” kata Chika.
Bila ada blogger dari luar Jakarta yang ingin bertemu, sedapat mungkin dia sempatkan. Bersama dengan beberapa bloger lainnya tentu. “Manfaatnya bisa tukaran cerita, bisa berbagi, nambah networking dan kenalan sama orang2 di luar daerah,” katanya tentang manfaat dari kopdar.
Saya jadi bertanya-tanya, adakah hubungan antara frekuensi kopdar dengan tingkat ketenaran blog seseorang?
“Enggak sih, kayaknya,” Chika menjawab. “Karena, ada blog yang terkenal tanpa kopdar. Blog itu biasanya tenar tergantung tulisannya. Tapi kalau aku, mungkin karena kebanyakan kopdar jadi banyak temen.”
Keramahan dan frekuensi kopdar ini pulalah yang membuat beberapa bloger menggelarinya sebagai Bloger Sosialita. Hobi nongkrong di cafe dan kopdar di mal semakin meneguhkan saja pendapat itu.
Haruskah kopdar selalu di mal? “Soale di Jakarta nyari tempat kumpul yang gampang dan terjangkau itu susah,” kata Chika setengah mengeluh. Toh dia tidak menampik keinginan untuk sekali-kali ngumpul di pinggir jalan lho, hanya saja, “Nggak ada yang ngajakin sih!”
Dari sekian tempat kopdar yang pernah dia singgahi, ternyata cafe sekitar Sudirman yang menjadi favoritnya. “Karena ada wi-fi gratis”, katanya. Ah, benar-benar tidak terpisahkan dari Internet!
Jangan dikira hobinya nongkrong membuatnya menjadi anak gaul yang lupa pulang ke rumah. Chika mengaku sebesar ini pun masih menjadi anak mami. Jam malam yang ketat di rumahnya terkadang menjadi hambatan kopdar-kopdar yang biasa dilaksanakan malam hari.
Orangtuanya khawatir bisa dimaklumi, “Karena ortu tahunya ‘kan bloger itu kenal dari internet. Biasalah, jadi mikirnya macem-macem aja.”
Lama-lama orangtuanya bisa menerima setelah dikenalkan kepada beberapa teman bloger. “Karena mereka (bloger) nyata”, sahut bloger yang kerapkali dijemput orangtua sepulang nongkrong. Maka dua sisi Chika sebagai sosialita dan anak mami menjadikannya sebuah kombinasi unik sekaligus menarik.
Reporter yang pandai memainkan piano klasik ini kemudian berbagi tips untuk bloger yang ingin blognya lebih dikenal orang. “Banyakin komen ke blog-blog lain. Nulis yang beda, maksudnya ada gaya tersendiri. Banyakin foto!” katanya.
Kopdar juga, Chik? “Iya, kopdar juga. Kopdar itu efeknya luas banget, apalagi kalo diposting di blog orang lain”, tambahnya. Tak heran pengunjung blognya banyak, komentar pada setiap postingannya bisa mencapai seratus lebih. Begitupun, Chika selalu berusaha untuk membalasnya satu persatu.
Dari sekian pertanyaan yang saya ajukan, ada satu yang dia tak mau menjawabnya. Kapan terakhir pacaran, Chik? Chika cuma bisa nyengir, dan membiarkan para penggemarnya penasaran. Entah ada atau tiada, statusnya dibiarkan tetap menjadi tanda tanya.
Ketika tiba pada bagian pertanyaan pilihan, Chika sigap menjawab, “pasti aneh-aneh!”. Inilah pilihan-pilihan Chika:
Jakarta atau Yogya?
Jakarta doms!
Skype atau Y!M?
Y!M.
Cafe atau angkringan?
Cafe :))
Chatting atau Plurking?
Plurking :))
Piano atau komputer?
Komputer :))
Independen atau komunitas?
Independen.
Single atau double?
Double! Apalagi eskrim! (Lho??!)
Polonaise apa Fantasie Impromptu?
Impromptu ![]()
Indonesia atau Thailand?
Indonesia!!
Blogwalking atau membalas komentar?
Blogwalking :))
Selebblog atau sosialita?
Selebblog.
Kopdar atau kencan?
Kencaaann!!
Oleh nonadita
-
Sosok sebelumnya
- • Anangku Yang Senang Berbagi
- • Momon Si Blogger Serius
- • Fany Si Blogger Manis
- • Venus si Ratu Kopdar
- • Pitra si Bajing Loncat

