Sudah Punya?

Username
Password

Cari





Fanabis si Penulis Profil Bloggers

karmin

Karmin namanya. Jawa. Asli Wonogiri, Jawa Tengah. Karmin Winarto lengkapnya. Tapi dia lebih suka menuliskannya “Winarta”, karena, “…ga mau dipersepsikan sebagai orang Jawa yang lembut, pasrah…”

Fanabis namanya di blogosfer – dengan avatar Y!M yang tak mewakili dunianya, yakni daun semprul sativa. Fun abis, maunya – “Karena cari mudahnya aja… daripada nyari nama yang susah-susah, maka pakai aja apa yang aku rasakan ketika ngeblog.”

Sebagai blogger, lelaki 30+ asal Ronggojati, Batuwarno, yang semasa sekolah bangga akan sepedanya, jengki hitam Phoenix (”paling keren di antara teman-temanku”) berplombir Rp 500, itu dikenal suka memprofilkan bloggers lain di blognya. Kenapa?

“Pertemuan dengan orang baru itu adalah keajaiban… Setiap orang itu unik. Punya seusatu yang layak di-sharing… Aku bisa belajar dari mereka… siapa pun mereka.”

Karmin namanya. Fanabis julukannya. Lancar tulisannya. Tapi dia bukan orang ceriwis. Dalam kopdar dia lebih sering diam, kadang menyimak penuh takzim, dengan ransel di dada, bukan di punggung (kebiasaan di angkot, katanya). Sebuah strip foto (edisi pertama dan kedua) membuktikan itu: Wicaksono asyik bercerita dengan banyak gerak, tapi Karmin lebih tenang.

Dari bloggers lain dia banyak belajar. Dari Pito, misalnya, dia terkesan soal “cukup puas dengan punya pacar virtual”. Dari Zen R.S., dia dapatkan cara menulis yang bagus.

Minat ngeblog Karmin adalah buah agitasi Enda Nasution pada 2005. Lantas Karmin meng-e-mail Enda, minta bimbingan. Enda memintanya membaca tutorial. Karmin ngeyel, tetap minta bimbingan privat, dengan hasil, “Tapi beliaunya (Enda) nekat… menjawab seperti apa yang tidak aku inginkan.”

Bloggers favoritnya sekarang adalah Mikail Johani, Ismu, dan Zen. Tulisan mereka, menurutnya, “Selalu mengkampak muka.”

Bukan hanya dari bloggers dia berguru, ternyata. “Dari Mbok Wedang BHI bagaimana cara meledek Jakarta yang sok-sokan,” katanya (di Y!M) dengan menambahkan emotikon senyum.

Karmin boleh tersenyum, meski hanya dengan emotikon. Padahal dia mengaku agak serius, tidak bisa menikmati humor dan komedi, sehingga, “Humor saya kadang dianggap aneh.” Entahlah bagaimana dia, blogger yang menempatkan diri sebagai contrarian itu, memandang posting tentang berpuisiria di kuburan: humor atau bukan?

Karmin tinggal sendirian di kamar pondokan 3 meter x 4 meter di luar Jakarta. Tak pernah dia merasa kesepian. Dia tetap melajang dan menjelaskan statusnya (”not married“) dengan NOT dalam huruf kapital. Karmin pernah punya cinta – dua kali malah – dan dia masih percaya cinta.

Omong-omong, siapa sih bloggers tercantik, Min? “Mbak Dos, Sarah, Shanti, Maylaffayza, hihihi…”

Setahun dua kali dia pulang ke kampungnya setelah belasan tahun mengais nafkah di Ibu Kota, yang berawal dari perkenalannya dengan Erros Djarot, dan kemudian Budiono Darsono (juragannya sampai sekarang di detik.com).

Biasanya Karmin mudik selama seminggu, pulang ke lingkungan yang membesarkannya dengan siaran RRI Surakarta (terutama sandiwara radio berbahasa Jawa), antara lain untuk bersua keluarga besar. Tentu Karmin tak perlu mencari penjual jamu di Pasar Tirtomoyo, yang pemutih giginya hanya menyebabkan bibir melepuh, untuk menagih tanggung jawab.

Kembali ke Jakarta dia ngeblog lagi (minimal blogwalking, kecuali pulsa IM2 di pondokannya habis), membaca fiksi dan buku spiritualisme, dan nonton.

Musik? Dia suka Josh Groban, Il Divo, Sarah Brightman, Aning Katamsi, Linda Sitinjak, Christoper Abimanyu, dan yang…,”Choir gitu-gitu, deh”. Karmin yang muslim itu kadang juga mendengarkan lagu-lagu gereja.

Dan inilah yang menurutnya membuat hidup ini membosankan: “Bekerja…, makan-minum, menghormati orang yang lebih tua…”

Mungkin seperti dalam Dead Poet Society, dengan guru sastra John Keating (Robin Williams), Karmin memegang carpe diem karena, “Bagi saya tak ada masa depan. Masa depan itu adalah hari ini.”

© foto: sudutpandang.com

5 November 2008

Ada 1 komentar

  1. Mas Karmin Fanabis,

    Salam kenal. Sebagimana Anda katakan, pertemuan dengan orang baru bernama FANABIS itu adalah keajaiban… Ingin sekali aku bisa belajar dari Anda.

    Salam
    http://anabafifi.blogspot.com

Beri Komentar

Anda harus login jika ingin memberikan komentar.