LANGSAT (JAKARTA) | Dengan pengamanan yang cukup kentara tapi tak begitu ketat, Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume datang ke markas dagdigdug, Jumat Siang 14 November kemarin. Pak Dubes mau mengajar di workshop on blogging? Tentu tidak. Pak Hume datang ke Jalan Langsat 1/3A untuk menyerahkan sumbangan buku bagi Gerakan 1.000 Buku yang dimotori komunitas blogger BHI.
Begitulah, resminya itu memang acaranya BHI yang mengambil tempat di Wetiga, warung milik Gembul yang juga anggota BHI. Kebetulan Wetiga bertempat di pelataran dagdigdug, rumah blogger Indonesia.
Dalam acara simbolis penyerahan 300 buku, termasuk di antaranya buku anak-anak dan ensiklopedia, BHI diwakili oleh Hedi Novianto. Turut menyaksikan adalah Wicaksono dan Iman Brotoseno, keduanya panitia Pesta Blogger 2008, yang sebagai bloggers juga menjadi bagian dari BHI.
Hume menyatakan bahwa Kedubes AS bangga bisa mendonasikan buku untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. “Blogging,” katanya, “adalah bentuk kebebasan berbicara yang individualis dan egaliter.”
Seusai acara inti, Hume menyempatkan diri menicipi sajian warung dan ngobrol. Adapun Tristam Perry, Public Diplomacy Officer Kedubes AS, sejak siang nangkring di Wetiga sampai larut malam, untuk kopdar (ditemani istri), tetap dengan setelan jasnya.
Oleh BHI, 1.500-an buku hasil penggalangan melalui blog itu akan disalurkan ke beberapa daerah melalui komunitas blogger setempat.
Turut terlibat dalam gelaran di Langsat ini adalah Maverick, sebuah perusahaan public relations di Jakarta yang kerap bekerja sama dengan bloggers. Beberapa orang Maverick adalah bloggers, misalnya Ong Hock Chuan, Hanny Kusumaty, dan Dimas Novriandi.
© Foto-foto: Winardi
15 November 2008

