Sudah Punya?

Username
Password

Cari





Caplang si Penikmat Jalanan

caplang

Tak banyak bloger yang konsisten mengangkat isu mengenai safety riding (keamanan berkendara). Edy Caplang adalah salah satunya. Imej sebagai biker melekat kuat padanya. Inilah Edy Caplang, blogger yang biker. Alias biker yang blogger.

Tahun ini adalah tahun kelima Caplang berkenalan dengan blog. Blogspot menjadi wadah blog pertamanya. Kini blog lawas tersebut dijadikannya photoblog, tempatnya memamerkan foto-foto dari ponselnya. Belakangan, blog-blognya kemudian dijadikan wadahnya untuk kampanye aman berkendara.

Untuk apa sih dia ngeblog? Konon niat awalnya adalah untuk belajar menulis. Nyatanya dia kemudian merasakan ngeblog sebagai terapi yang bikin nagih. “Bisa untuk mengasah otak agar nggak gampang tumpul. Sekalian mencoba berbuat sesuatu untuk orang banyak”.

Tak salah memang pilihan Caplang untuk menggunakan media blog sebagai sarana berbagi cerita dan pengetahuan soal keamanan berkendara. Media yang kini mewabah, murah dan mudah untuk diakses, serta menjangkau pembaca dari banyak kalangan. Melalui blog Caplang.net-nya, dia senantiasa berbagi cerita seputar jalanan agar semakin banyak pembaca yang terbiasa berkendara secara aman.

Temukanlah beragam tips darinya mulai dari cara merawat motor, menyiapkan kendaraan untuk touring, hingga tips berboncengan. Tak hanya itu, pemahaman aturan lalin dan cara menghindari jebakan yang mengintai di jalanan.

Dia mengaku egois, bahwa perhatiannya terhadap isu keamanan berkendara didasari oleh keinginan untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman ketika berkendara di jalanan. Karena itulah dia tak ingin situasi jalanan terus seperti sekarang ini, semrawut dan banyak orang main serobot. Banyak pelanggaran aturan hingga balapan di jalanan. Kacau.

Maka diapun bergabung dengan Road Safety Association (RSA) Indonesia. Keinginannya berbagi mengenai kesadaran berkendara secara aman tersalurkan di sini. Selain berkampanye secara online melalui blog, Caplang juga sesekali berkampanye secara offline, misalnya melalui kegiatan Safety Riding Goes to School (SRGTS) bersama RSA bersama Independent Bikers Club.

“Pelanggaran HAM kepada mereka yang patuh lalu lintas (lalin)”, begitulah jawabnya ketika saya bertanya mengenai pelanggaran yang sering ditemuinya di jalan. “Banyak tantangan untuk biker yang mencoba patuh. Misalnya mau berhenti di belakang garis stop saat lampu merah. Dibilang sok patuh”, lanjutnya. Alhasil, pasti banyak yang klakson, nyenggol, ngelindes kaki untuk bisa maju.

Penikmat jalanan ini masih terus akan bercerita, tentang hobinya berkendara roda dua. Tentang kisahnya bersama Vitri -Thunder 125-nya- serta perjalanan-perjalanan bersamanya. Tertarik ngobrol dengannya? Ikuti saja touring yang diikutinya. Namun bila anda cantik dan tak bisa mengendarai motor, mungkin dia berkenan menyiapkan jok belakangnya untuk anda. (nonadita)

11 January 2009

Beri Komentar

Anda harus login jika ingin memberikan komentar.