Sosok

MbakDos yang Suka Mendongeng

agatha-novi-ardhiati1

Apa hubungan antara dosen statistika, psikologi dan dongeng? Ketiganya membentuk gambaran mengenai Mbakdos (26), dosen cantik yang suka mendongeng ini. Mari menyapa Agatha Novi Ardhiati, gadis Jawa bertampang India yang  kini sedang berkutat dengan tesis pascasarjananya. Segudang kesibukan di dunia akademis, tidakkah mengganggu aktivitas ngeblognya? “Tidak”, katanya. Kabarnya, saat ini dia sedang tambah semangat menulis. Ide-ide bermunculan di benak menunggu untuk dituangkan ke dalam tulisan.

Tahun ini menginjak tahun keenam sejak dia mulai ngeblog. Blog terdahulunya dibuat di blogspot, penyedia layanan blog gratis yang terkenal pada masa itu. Tujuan awalnya tentu memuaskan hasratnya menulis, tapi lama kelamaan ingin memuaskan pembacanya. Keterampilannya mengolah kata meningkat seiring dengan bertambah banyaknya pengunjung blog.

Gaya tulisannya unik. Pengalamannya sehari-hari kerap dituliskan dalam bentuk cerita. Terkadang panjang, namun penyajiannya tidak membuat bosan. Baginya menulis tidak hanya sekedar share saja, karena dia ingin banyak orang bisa membaca dan menikmati tulisannya. “Ya mungkin secara nggak sadar, gaya mendongeng itu kayanya lumayan ngena“, jawabnya. Suka mendongeng, karena menurutnya dongeng itu bisa jadi penyaluran isi kepala yang seringkali tidak masuk akal. Demikian tertulis pada sidebar blog dongeng bersambung-nya, Petualangan Jaune.

Awalnya seperti banyak blogger lain, dia memulainya dengan menuliskan catatan hariannya. Diary yang didaringkan, terkadang puisi yang berisi curhatan. Menurutnya itu wajar-wajar saja. “Sebenarnya aku lihatnya sih orang ngeblog salah satu alasannya ‘kan mereka pengen mendapat respon dari orang-orang yang membaca”, katanya. Dia menganggap curhatan di blog dibuat karena si penulis ingin mendapat respon atau masukan tentang masalahnya itu. Ada juga yang ingin mendapat ‘penguatan’ bahwa apa yang dia lakukan itu benar. “Nggak usah berpretensi macem-macam lah ya, mikir-mikir yang negatif, karena tiap orang akan punya alasan sendiri-sendiri” jelasnya kemudian.

Sering menulis kisah sehari-hari di blog, apakah dia tidak mendapat masalah karenanya? Dia kemudian bercerita, suatu kali pernah ada peristiwa yang membuatnya diprotes seseorang. Ya, mungkin tak semua orang merasa nyaman bila kisahnya dituliskan di blog. Sejak saat itu, dia lebih berhati-hati dalam menulis sesuatu terutama yang berhubungan dengan orang-orang yang dikenalnya sehari-hari. Menyamarkan nama tokoh-tokohnya menjadi cara yang sering digunakannya. Maka tak heran bila pada ceritanya terselip nama-nama unik semacam Si Hitam atau Mr. Sunshine. :mrgreen:

Satu pesan pun dia titipkan melalui saya, untuk kita sesama blogger. Belajar dari pengalamannya, dia mengajak kita untuk lebih berhati-hati dalam menulis. “Blog itu ‘kan media publik, bisa diakses siapa saja. Layaknya kita pake alat transportasi umum”, jelasnya. Dia kemudian melanjutkan, “Ya, ada baiknya kalau sama-sama jaga lah,  yang menulis maupun yang baca. Sama2 bisa respect. Sadar bahwa apa yang ditulis baik di postingan atau di komentar itu bisa mempengaruhi orang lain”. Berhati-hati dalam bertutur masalah pribadi pada blog yang merupakan tempat publik. Salah-salah bukannya mendapat masukan, tapi masalah lanjutan yang datang.

Lancar menulis, pastinya dia suka membaca. Pemilik nama maya Shrivastava Agatha ini rupanya penggemar berat karya-karya Sidney Sheldon dan Dan Brown. Ramuan thriller suspense dari mereka membuatnya tak bisa meletakkan buku sebelum selesai membacanya. Berkeinginan menulis cerita thriller suspense suatu hari nanti? “Iya, kalo ditanya sih ya jelas pengen banget bisa bikin tulisan kayak mereka”, jawabnya tegas.

Sekarang ini mari kita nikmati saja dulu kisah Jaune, tokoh yang dikarangnya semasa kuliah dulu. Dia mengaku mendapatkan inspirasi untuk karakter dalam cerita itu dalam tokoh di sekelilingnya. Wajar, karena dengan demikian penulis akan bisa menggambarkan karakter tokoh dalam cerita dengan detail dan lebih hidup. Lalu saya pun penasaran, adakah dirinya masuk menjadi salah satu tokoh dalam cerita itu? Dia meninggalkan tanya, dan mempersilakan pembacanya untuk menjawab sendiri. ;) (nonadita)

 

Tinggalkan Balasan