Sudah Punya?

Username
Password

Cari





Mbilung, Manusia Koper yang Cinta Burung

mbilung1

Namanya ringkas saja: Rudyanto. Masih jauh lebih panjang nama alias yang digunakannya untuk bergaul di dunia maya: Sir Mbilung Lord MacNdobos. Namun, siapa sangka bahwa pemilik nama ringkas ini punya pengalaman hidup yang panjang dan berwarna. Pemilik nama satu kata ini adalah satu dari sedikit orang yang beruntung pernah melangkah di berbagai belahan dunia, dari belantara Sumatera hingga sudut kafe kopi di benua Eropa.

“Si Manusia Koper”, begitulah salah satu dari sekian sebutan dari teman-temannya. Sering kali berpindah tempat untuk berbagai kepentingan yang berbeda. Tapi bukan, dia bukan buronan kok. Besar sebagai anak pegawai Pertamina, dia menghabiskan masa kecilnya dengan berpindah rumah ke mana-mana. Jawa, Kalimantan dan Sumatera pernah ditinggalinya. Maka janganlah heran bila suatu kali anda mendengarnya berbicara beraneka bahasa. Pengalaman memberinya kemampuan untuk berkomunikasi dalam banyak bahasa, serta koleksi pisuhan lokal dan mancanegara.

Aktivitas berpindah tempat ini menggila ketika dia dewasa. Pekerjaannya yang spesial mengharuskan dia untuk pergi dan tinggal di banyak tempat. Mbilung merupakan satu dari peneliti burung di Indonesia yang jumlahnya tidak banyak. “Kurang dari 50 kali”, katanya. Tanyakanlah bagaimana rasanya tinggal berbulan-bulan di hutan atau bagaimana caranya dia mengatasi kerinduan saat terpisah selama satu tahun dari anak dan istrinya ketika sedang belajar di Inggris. “Rasanyaaaaaa …. sekarang udah biasa, kadang kangen sama mereka. Bisa chatting atau telepon (kalau kangen)”, jawabnya.

Kini sekali lagi dia harus hidup terpisah dari keluarganya. Aktivitasnya sebagai peneliti pada sebuah LSM internasional mengharuskan dia tinggal dan bekerja di Bali, terpisah jauh dengan keluarganya di Kota Hujan. Punya keinginan untuk kembali bekerja di Bogor walau tak memungkiri masih ingin jalan-jalan ke banyak tempat.

Bekerja sebagai peneliti burung merupakan jalan yang dipilihnya sejak kuliah. Dia memilih pelestarian burung sebagai dunianya berawal dari kekagumannya terhadap Nigel Collar. Tak sangka bila kemudian dia mendapat kesempatan untuk tinggal dan menyusun buku bersama dengannya. Bersama para peneliti burung internasional, pada tahun 2001 dia menerbitkan buku Threatened Birds in Asia. Ingin menguji luas pengetahuannya soal burung? Ajaklah dia untuk kopdar birdwatching. Konon, dia bisa menyebutkan spesies burung hanya dengan mendengar suaranya. :shock:

Pada blognya yang berupa jurnal gado-gado yang bergizi itu, dia sering bercerita hal-hal menarik yang ditemuinya sehari-hari. Gaya berceritanya mengalir, seperti sedang bercakap langsung saja. Seringkali dia membagi pengetahuannya soal burung. Dia pernah membuat seri tulisan Seri Burung-burung Indonesia yang Terancam Punah (Seribu Intan) pada blognya terdahulu. Kesibukan membuatnya belum melanjutkan seri tulisan ini. Saking sibuknya, “Mau napas aja susah!”.

Walau bermahkota uban, jangan bayangkan dia sebagai seorang peneliti yang serius. Keseriusannya bercanda sudah terkenal di kalangan blogger yang mengenalnya. Kenal sekejap, bisa langsung merasa akrab. Bersama istri dan dua anaknya, mereka terkenal sebagai keluarga yang sering kopdar. “Teman”, itulah jawabnya ketika ditanya hal yang menarik baginya dari blog dan kopdar. Ya, dari aktivitas ngeblog dan kopdar inilah dia mendapat banyak teman baru yang dianggap sebagai extended family-nya.

Walau banyak orang yang mengakui kepintarannya, herannya selebblog narsis ini memilih tokoh Mbilung sebagai identitasnya di dunia maya. Kenapa memilih tokoh punakawan bodoh yang mengabdi pada Togog si raja jahat? “Sebab kalau mengabdi kepada tokoh yang baik, nggak ada tantangannya”, katanya. Tapi syukurlah aslinya dia tidak jahat. Banyak yang mengenalnya dari dekat justru semakin merasa lekat. (nonadita)

23 July 2009

Ada 9 komentar

  1. slamat berbagi pengalaman, salam kenal!

  2. oh ini tho sir mbilung….aku juga pengamat burung lho sir…dirumahku ada 11 sangkar burung….wkk..wkk..setiap hari kuamati…sungguh.

  3. ku juga cinta burung kok

    simbol jati diri bangsa

    aktor jati diri bangsa

  4. Cukup bagus tulisan mu itu, paling tidak sosok yang di kedepankan bisa ada manpatnya bagi publik, terlebih yang ada kaitannya dengan lingkungan hidup,tulisan yang di sajikan via dunia maya sudak termasuk katagori jurnalistik yang jika di kembangkan bisa lebih profesional, tulisan profil akan lebih berarti jika tokoh tersebut benar-benar menjadi keteladanan untuk masyarakat, hanya kalau menulis profil janga melupakan kesan dialog dengan tokoh ang di wawancarainya.TrimS)

  5. Cukup bagus tulisan mu itu, paling tidak sosok yang di kedepankan bisa ada manpatnya bagi publik, terlebih yang ada kaitannya dengan lingkungan hidup, tulisan yang disajikan via dunia maya sudak termasuk katagori jurnalistik yang jika dikembangkan bisa lebi profesional, tulisan profil akan berarti dan penuh makna jika tokoh tersebut benar-benar jadi keteladanan untuk masyarakat, hanya kalau menulis profil jangan lipa ada kesan dialog dengan orang yang di wawancarainya. (Trims)

  6. Burung apa nih, burung sendiri to ???? :D

  7. aq mo jga dunx ke paris…..

  8. inspiratif banget rek kanggo arek2 enom

    kanggo = buat
    arek2 = anak2
    enom = muda

  9. wah bapak mbilung ini pengamat burung ya??sempat mengamati kehidupan burung rangkok di papua tidak?

Beri Komentar

Anda harus login jika ingin memberikan komentar.