Monggo Mampir Sala
"Kota-kota, seperti halnya mimpi, terjadi karena hasrat dan ketakutan," kata tokoh Marco Polo kepada Kublai Khan dalam salah satu kisah ajaib Italo Calvino.
Seorang blogger kemudian menuturkan hasrat dan ketakutan kotanya dalam blog Solo (http://solo.dagdigdug.com). Dalam halaman penjelasan, ia menulis:
Keliling Surakarta adalah halaman informasi tentang Kota Surakarta. Kami ingin memberi referensi kepada Anda: tempat dan jenis makanan, tempat menikmati pertunjukan seni -tradisi atau pop, hingga tempat-tempat nongkrong yang sesuai dengan selera dan gaya hidup Anda.
Bila dalam URL masih saya tulis Solo, bukan (yang seharusnya) Sala, semata-mata karena banyak orang sudah terbiasa mengikuti jejak penyebutan kata itu oleh para kernet dan kondektur bus antarkota. Saya hanya menumpang saja.
Solo berarti tunggal. Berbeda dengan Sala, yang tak lain adalah nama desa di pinggiran delta Semanggi, yang dipilih para penerus Dinasti Mataram saat memindahkan ibukota kerajaan, dari Kartasura ke Surakarta.
Melalui halaman ini pula, saya ingin mengajak Anda, untuk bersama-sama dan secara pelahan meluruskan kembali penyebutan nama lain Kota Surakarta itu.
Maka Mas Blonthank, pemilik blog Solo ini, pun mengajak kita berwisata ke sekeliling salah satu pusat kebudayaan Jawa itu. Ia membawa kita ke pojok-pojok kuliner, seperti sop ayam Pak Yono di kiri Hotel Malkana (kini bernama Grand Orchid), Jalan Gajahmada, wedang cemol di Laweyan, atau Mie Gajah Mas di atas Kali Pepe, tepat di ujung jembatan yang menghubungkan Balaikota dengan Pasar Gede.
Blonthank, wartawan, adalah penulis yang baik. Tulisannya lincah dan mengalir, menggoda pembaca ikut mengembangkan imajinya sendiri.
Ia juga seorang pelapor yang lengkap. Setiap tulisannya dilengkapi dengan gambar-gambar hasil jepretannya sendiri. Kualitasnya tergolong prima.
Berkat blog Solo, pembaca luar kota jadi tertarik berkunjung dan warga setempat makin mengenal setiap sudut wilayahnya. Blog Solo adalah ruang pamer, sekaligus perekat simpul-simpul yang terlepas.
Blonthank mampu melukiskan hasrat dan ketakutan Sala dan seluruh isinya.

