Warning: include(/home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/vela/leftside.php) [function.include0]: failed to open stream: No such file or directory in /home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/newdagdigdug/blogger-momon.php on line 8
Warning: include() [function.include0]: Failed opening '/home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/vela/leftside.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/php5-fcgi/lib/php:/usr/local/pear/PEAR') in /home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/newdagdigdug/blogger-momon.php on line 8
Momon Si Blogger Serius
Oleh Nona Dita
Pemilik blog hermansaksono.com dan hermansaksono.dagdigdug.com ini berbagi pendapat dan pengalamannya seputar dunia blog. Menurut Momon, yang menarik dari blog adalah kebebasannya dalam bersuara. “Kita boleh bercerita secara serampangan dan acak, tanpa diatur ini itu,” begitu katanya.
Momon sejak awal memang telah menetapkan semacam pagar bahwa blognya memang akan seperti ini dan itu. Sepanjang perjalanan ngeblog, ia mengakui sering menggeser-geser pagar itu. Namun, “tidak terlalu jauh atau setidaknya saya berusaha agar tidak terlalu bergeser jauh”.
Ketika ditanya apakah perlu menjadi anonim untuk bisa menulis bebas, dia menjawab, “Enggak menurutku, tetapi ketidak anoniman itu justru menjaga supaya tidak kelewatan nakal”. Sejak awal ngeblog, Momon memang menulis dengan tidak menyembunyikan identitas aslinya.
Ngomong-ngomong tentang “nakal”, bloger yang dijuluki sebagai "Bloger Serius" oleh teman-temannya di komunitas CahAndong ini punya pengalaman menarik. Momon pernah dipanggil polisi gara-gara dituduh mencemarkan lambang negara. Apa pasal?
Rupanya postingannya yang disertai dengan retouch pada foto Presiden SBY dianggap sebagai tindakan yang menjurus makar. Padahal teks pada postingannya sendiri itu, “membahas foto Mayang Sari itu adalah rekayasa, tapi sebenarnya satir”.
Postingannya itu membikin gerah pihak lain, mungkin karena ada yang tidak bisa membedakan mana satir mana betulan. “Jadi kebakaran jenggot dah,” katanya.
Gara-gara posting itu Momon pun harus berada di kantor polisi selama 12 jam dan menjalani proses pembuatan berita acara pidana selama empat jam yang sangat melelahkan. “Apalagi ruang penyidiknya nggak pakai AC,” Momon mengenang.
Walaupun begitu, pengalaman tersebut tidak menghentikannya menulis postingan kritis dan dianggap “pedas” untuk beberapa pihak. Tema-tema tulisan seputar kejadian-kejadian bodoh, film, dan pelecehan atas kemerdekaan personal selalu menarik untuknya.
Tidak hanya menulis, dia juga senang membaca tulisan orang lain dengan tema serupa. Inilah hal asyik lain yang didapat dari ngeblog, yaitu bisa menemukan orang-orang yang nyambung dengan kita.
“Keterbatasan gerak di dunia nyata mempersulit kita untuk mendapatkan soulmate diskusi yang klop,” dia menjelaskan. “Blog itu seperti membuka tembok itu, karena siapa pun, sejauh apa pun, bisa menemukan tulisan saya, dan syukur-syukur tertarik.”
Orang-orang yang nyambung ini, antara lain, dia temukan pada komunitas CahAndong. Menurut Momon, “blog dengan komentar-komentarnya itu sendiri adalah sebuah aktivitas sosial. Nimbrung ke komunitas itu kelanjutan dari aktivitas sosial di blog”. CahAndong merupakan komunitas yang keakraban anggotanya tinggi, baik di dunia maya namun di dunia nyata. Mungkin sudah seperti keluarga saja baginya.
Baru-baru ini, Momon membuat aplikasi yang fenomenal. “Mainan” baru bernama Cerpenista. Berawal dari sebuah thread kalimat bersambung di milis CA, dibuatlah aplikasi web yang memungkinkan anggota-anggotanya untuk membuat cerita pendek dengan cara gotong-royong. Setiap orang bisa menyumbang kalimat yang kemudian diteruskan oleh anggota lainnya. Penulis cerita tidak akan tahu bagaimana akhir ceritanya. Sungguh mengasyikkan!
Lajang yang berhobi membaca Wikipedia dan menonton film bagus ini kemudian mengungkapkan harapannya mengenai perkembangan blog di Indonesia. Menurut dia, di masa mendatang blog akan lebih beragam, akan lebih banyak blog-blog yang topiknya spesifik dan informasinya tidak kalah dengan mainstream media (MSM). “Lalu komentar-komentarnya tidak sebatas ‘pertamax’ saja, tapi menjadi diskusi dan salin koreksi,” katanya.
“Saya pengen dunia blog yang lebih rame lagi dan berwarna-warni”. Karena itu dia menganggap gagasan layanan blogging lokal semacam Dagdigdug itu bagus, karena lebih efektif mempromosikan kegiatan blogging kepada awam”.
Tentang Momon, temannya, Zam, bercerita, "Momon itu sebenarnya pendiam dan merupakan pendengar yang baik. Dia cerdas dalam berkata dan bertindak serta ada kharisma dalam diri seorang Momon."
Wow!! Tertarik untuk mengenalnya lebih dekat? Ajaklah dia mengobrol di tempat nongkrong favoritnya. Di mana sih? "PIM 2. Tapi sayangnya jauh!” jawabnya berkelakar.
Untuk mengetahui sisi-sisi pribadi Momon yang lain, saya pun memintanya untuk menjawab beberapa pertanyaan pilihan.
Posting atau chatting?
Chatting.
Facebook atau Plurk?
Plurk.
Anjing atau kucing?
Kucing domz!
Giordano atau Country Fiesta?
Giordano.
Ngopi atau makan?
Ngopi.
Jeans atau polyester
Jeans lah? polyester!?
Laptop atau kamera?
Laptop.
Politik atau kuliner?
Politik.
Sandal atau sepatu?
Sepatu.
Wiki CahAndong atau Cerpenista?
Wiki CahAndong.
Wiki CahAndong atau Wikipedia?
Wikipedia.
Musik klasik atau jazz?
Klasik.
Angkringan Tugu atau Starbuck?
Angkringan Tugu.
Bagaimanakah Momon dalam tiga kata?
Pemalu, sensitif, lembut.
Pemalu, sensitif dan lembut? Putri malu kaleee... ‘Makasih banyak atas waktunya, Mas Momon!
Warning: include(/home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/vela/rightside.php) [function.include0]: failed to open stream: No such file or directory in /home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/newdagdigdug/blogger-momon.php on line 101
Warning: include() [function.include0]: Failed opening '/home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/vela/rightside.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/php5-fcgi/lib/php:/usr/local/pear/PEAR') in /home/digdugd4g/vhost/dagdigdug.com/wp-content/themes/newdagdigdug/blogger-momon.php on line 101