Tika si Anak Rembulan
Perempuan semua blogger. Mungkin begitulah julukan yang cocok untuk Atika Nurkoestanti alias Tika atawa Tikabanget. Maksudnya, anak Jogja ini disukai nyaris oleh semua blogger -- yang dikenalnya. Kalau ada blogger yang tak menyukainya, biasanya itu karena mereka belum mengenal Tika.Tika bukan anak bawang di ranah blog. Ia sudah mengenal blog sejak Februari 2005. Adalah Herman Saksono, rekan kerjanya di GamaTechno, yang memperkenalkan Tika dengan blog. “Aku tiap hari disodorin pertanyaan, ‘Tik, bikin blog?’ Akhirnya aku bikin juga, dan walaupun nggak tahu mau nulis apa,” katanya. Blog pertamanya nangkring di http://tikabanget.blogspot.com.
Awalnya Tika menulis sesukanya di situ. "Isinya curhat, kadang nyontek abis sana sini. Lama-lama diarahin Momon, 'Enaknya kamu nulis gini, enaknya kamu gitu, Tik,' begitu …."
Lama-lama ia merasa layanan Blogspot makin tak mampu memenuhi kebutuhannya. Tika pun pindah ke hosting pribadi di http://tikabanget.com. Baru setelah itu ia mencoba layanan Dagdigdug dengan url http://tikabanget.dagdigdug.com
Waktu berlalu, Tika kian tenggelam keasyikan ngeblog. Setiap hari ia menyusuri blog orang lain, dan mulai keranjingan blog. "Sebagian hidup saya di sana, kecanduan tingkat akut," katanya.
Ia bisa menghabiskan berjam-jam, lupa makan dan minum, hanya untuk mengarungi samudera Internet, terutama di malam hari. Berteman berbatang-batang rokok dan kawan-kawan di ujung belahan dunia lain, ia menikmati hidupnya sebagai blogger sejati. Ibaratnya, Tika itu anak rembulan yang pantang pulang sebelum terang.
Buat Tika, blog itu ada plus dan minusnya. Sisi baiknya adalah berkat blog, hobinya berkenalan tersalurkan dengan hebat. "Karena blogger itu narsis, maka kenarsisan saya ada jawabannya."
Dari blog pulalah, Tika mengenal banyak orang, dari pelbagai kalangan, dari ujung Aceh sampai Makassar. "Saya punya tempat tidur kalau tiba-tiba kepleset ke sana. Ngeblog itu juga mengasah bahasa, logika, etika, dan wawasan."
Nah, minusnya, Tika yang mengaku sebagai orang yang super nggak fokus banyak kehilangan waktu dan melalaikan. Ia bahkan sempat masuk rumah sakit gara-gara keasyikan di depan MacBook, lupa makan dan lupa waktu.
Lalu bagaimana kalau Tika disuruh memilih antara ...
Blog atau keluarga?
Blog.
Kuliah atau kerja?
Kuliah.
Artis atau pejabat?
Artis.
Lelaki atau MacBook?
MacBook.
Gunung atau pantai?
Pantai.
Mencium atau chatting?
Mencium.
Kekayaan atau kesejahteraan?
Kekayaan.
Tika dalam tiga kata?
Nokturnal, rokok, MacBook.

